Tentang Puspita

Bukan biografi. Ini cerita tentang bagaimana cara berpikirku terbentuk.

Macan Tutul Jawa?Macan Tutul Jawa
Bab 01

🌿 01 — Cara Aku Melihat Dunia

“Tentang bagaimana aku memahami masalah, menemukan pola, dan mengubah rasa penasaran menjadi sesuatu yang bisa dibangun.”

👀 Aku Cenderung Melihat Hubungan

Aku sering melihat pekerjaan bukan sebagai daftar tugas, tetapi sebagai hubungan antara keputusan, manusia, dokumen, informasi, dan konsekuensi.

✍️ “Ketika sesuatu terlihat berantakan, biasanya ada pola yang belum ditemukan.”
💡 Cara sederhananya: Aku tidak terlalu tertarik hanya mengetahui apa yang terjadi. Aku ingin memahami kenapa itu terjadi dan apa yang sebenarnya ada di baliknya.

❓ Hal yang Selalu Membuatku Bertanya

Tentang pekerjaan

  • Kenapa pekerjaan terus bertambah, tetapi kebingungan tidak berkurang?
  • Kenapa pekerjaan yang sama harus dilakukan berulang kali?
  • Kenapa sebuah prosedur tetap dilakukan hanya karena “dari dulu memang begini”?
  • Tentang informasi

  • Kenapa organisasi punya banyak data tetapi tetap sulit memahami bisnisnya?
  • Kenapa laporan tersedia tetapi keputusan tetap dibuat tanpa pemahaman?
  • Kapan sebuah data benar-benar berubah menjadi informasi?
  • Tentang teknologi

  • Kenapa software sering meminta manusia mengikuti cara berpikir sistem?
  • Bisakah sistem justru memahami bagaimana manusia sebenarnya bekerja?
  • Bisakah pekerjaan profesional dibuat lebih sederhana tanpa membuatnya menjadi dangkal?
  • 🧩 Dari Pertanyaan Menjadi Sesuatu

    Pertanyaan-pertanyaan kecil sering menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar.

    ❓ Pertanyaan → 💭 Pemikiran → 🧪 Eksperimen → 🛠️ Karya → 📦 Produk

    💡 Prinsip

    Jangan buru-buru mencari solusi sebelum memahami pola yang membuat masalah itu muncul.

    🔎 Sedang Kupikirkan

  • Apa yang sebenarnya membuat sebuah sistem terasa rumit?
  • Kapan automation membantu dan kapan justru menambah masalah?
  • Bagaimana membuat informasi lebih mudah digunakan untuk mengambil keputusan?
  • Bagaimana teknologi bisa mengikuti konteks manusia?
  • → Baca Pemikiranku