1. TEPAT WAKTU ADALAH KOENTCI, why ??? karena me(puspi) as PJ punya segudang guideline buat magang biar kalian pintarrr saat udah tydac disini 😉 dari aku sendiri ada loh penilaian ketepatwaktuan, jadi nanti nilaimu ada poin itu. Sebelum masuk ada mini task yang harus dikerjain, tapi tenaaang gk sampe 5 menit kok. Buat pemanasan
  1. NO GHOSTING GHOSTING, kamu hantu ta kok ghosting ghosting. Kalo bingung tanya, kalo capek bilang, kalo ndak suka simpen laah wkwkwkwk. Kalo memang ada keperluan harus diobrolkan, komunikasi is a must, be proactive 🦹🏻
  1. BERAKAL ADALAH PEMBEDA KITA DENGAN KUCING, kesulitan pasti akan menghampirimu tapiiiiiiii ojok semua step ditanyain. Kepo boleh tapi coba kepalanya dipake dulu 🤌🏻 Cara menentukan suatu hal perlu ditanyakan atau tidak :
    1. 💡

      Pertanyaan Reflektif untuk Diri Sendiri

      1. Apakah saya sudah memahami tugas atau instruksi yang diberikan?
          • Jika belum, bagian mana yang tidak saya pahami?
      1. Sudahkah saya mencoba mencari solusi atau jawaban sendiri terlebih dahulu?
          • Apakah saya sudah mencoba menggunakan:
            • Referensi: Panduan, SOP, atau dokumen yang diberikan.
            • Tools: Pencarian online, software, atau catatan pribadi.
            • Rekan Kerja: Berdiskusi singkat dengan teman satu tim.
      1. Apakah pertanyaan saya benar-benar relevan dengan tugas saya?
          • Apakah ini akan membantu saya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat atau lebih baik?
      1. Apa tujuan dari pertanyaan saya?
          • Apakah untuk klarifikasi, konfirmasi, meminta masukan, atau mencari solusi?
      1. Sudahkah saya merumuskan pertanyaan saya dengan jelas dan spesifik?
          • Apakah saya bisa menyampaikan inti masalah dalam 1-2 kalimat?
          • Contoh:
            • “Data apa yang diperlukan untuk menyusun laporan ini?” ✅
            • “Gimana cara ngerjainnya?” ❌ (Terlalu umum)
      1. Apakah pertanyaan ini bisa saya jawab sendiri dengan waktu lebih banyak?
          • Jika ya, berapa lama waktu yang saya butuhkan? Jika terlalu lama, mungkin lebih baik langsung ditanyakan.
      1. Apakah pertanyaan ini mendesak atau bisa ditanyakan nanti?
          • Jika berdampak pada kelancaran pekerjaan, segera ajukan.
          • Jika tidak mendesak, bisa dikumpulkan dan ditanyakan sekaligus di akhir hari.
      1. Sudahkah saya menyusun opsi atau solusi alternatif sebelum bertanya?
          • Jika iya, apakah opsi tersebut masuk akal?
       
      💡

      Cara Menentukan Suatu Hal Perlu Ditanyakan atau Tidak

      Gunakan Framework 3P:
      1. Pentingkah?
          • Apakah jawaban dari pertanyaan ini memengaruhi proses kerja atau hasil pekerjaan?
          • Jika ya → Ajukan pertanyaan.
          • Jika tidak → Bisa ditunda atau dicari sendiri dulu.
      1. Prioritaskah?
          • Apakah pertanyaan ini harus segera dijawab sekarang atau bisa ditanyakan nanti?
          • Contoh: Jika tugas berhenti karena kurangnya informasi penting → Segera tanyakan.
      1. Persiapankah?
          • Sebelum bertanya, pastikan:
            • Saya sudah mencoba mencari solusi sendiri.
            • Pertanyaan saya jelas dan langsung ke poin inti.
            • Saya memiliki opsi atau pemikiran awal.

      Contoh Proses Refleksi Sebelum Bertanya

      1. Situasi: Saya bingung dengan format laporan keuangan yang harus dibuat.
      1. Pertanyaan Reflektif:
          • Apakah saya sudah membaca SOP atau contoh laporan sebelumnya? (Belum → baca dulu.)
          • Apakah saya bisa menggunakan laporan tahun lalu sebagai acuan? (Sudah coba, tapi masih bingung.)
      1. Keputusan:
          • Saya perlu bertanya, karena saya sudah mencoba mencari solusi tapi belum menemukan jawaban.
          • Cara Bertanya: “Apakah ada format standar untuk laporan ini? Saya sudah mencoba menggunakan contoh laporan tahun lalu, tapi ingin memastikan format yang terbaru.”